Peneliti Berhasil Menemukan Kulit Buatan untuk Robot

Peneliti Berhasil Menemukan Kulit Buatan untuk Robot - Intel Loihi
Intel Loihi. Image via: Intel Newsroom

Para peneliti dari Univeristy of Singapore (NUS) mengembangkan kulit buatan yang memungkinkan robot mendeteksi sentuhan 1.000 kali lebih cepat dari sistem saraf sensorik manusia. Dikutip dari Engadget, Sistem ini dapat mengindentifikasi tekstur, bentuk dan kekerasan suatu objek. Para peneliti percaya dimasa depan robot dan manusia dapat berinteraksi satu sama lain.

Tim dari NUS, menggunakan chip Intel Neuromorfik, Loihi, untuk mengembangkan kulit buatan. Robot dengan kulit buatan ini pertama kali di ajarkan membaca huruf Braille. Kemudian data dari sentuhan tersebut akan dikirimkan ke Loihi, yang menerjemahkannya.

Baca Juga: Peneliti Mengembangkan Sarung Tangan Canggih Penerjemah Bahasa Isyarat Secara Realtime

Para peneliti kemudian menggabungkan data sentuhan dan visual. Mereka mengajarkan tangan robot untuk membaca sentuhan menggunakan kulit buatan dan kamera. Data yang di dapat akan dikirim ke GPU dan ke Loihi dan menunjukan bahwa menggabungkan penglihatan melalui kamera dan sentuhan melalui saraf spiking, membuat sistem 10 persen lebih akurat daripada dengan data visual saja.

Dari percobaan tersebut peneliti menemukan Loihi memproses data sensorik 21 persen lebih cepat dari GPU berkinerja terbaik dan menggunakan daya lebih sedikit. Para peneliti mempresentasikan temuan mereka di Robotics: Science and Systems minggu ini.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *