Apa yang Terjadi pada Tubuh Manusia jika di Luar Angkasa?

6 Hal yang Bisa Terjadi pada Tubuh Manusia jika di Luar Angkasa
Image via: ESA

Di planet bumi kita bisa dengan bebas bernapas, berlari, bermain dan hidup dengan nyaman berkat perlindungan dari atmosfer yang berfungsi sebagai pelindung sinar UV berbahaya dari matahari, atmosfer juga mengatur suhu bumi dan mempertahankan atmosfer dengan baik. Lalu apa yang terjadi pada tubuh manusia jika di luar angkasa.

Luar angkasa hanya lah ruang hampa tanpa oksigen, air, angin hanya ada ruang kosong dengan pemandangan yang gelap dan terus meluas. Tanpa pakaian pelindung tubuh manusia di luar angkasa akan terbakar akibat paparan langsung sinar matahari.

Penasaran apa yang terjadi pada tubuh manusia jika di luar angkasa?

Berikut adalah ulasannya, 6 Hal yang Bisa Terjadi pada Tubuh Manusia jika di Luar Angkasa:

1. Tubuh Akan Membeku saat di Luar Angkasa

Apa kalian tahu? Suhu di luar angkasa sangat lah dingin yang bisa membuat kalian membeku. Temperaturenya saja mencapai -270ºC. jika kalian melayang-layang di luar angkasa tanpa baju pelindung khusus, hanya tinggal menunggu waktu untuk tubuh anda membeku.

Manusia di Bumi menghasilkan keringat ketika berhadapan dengan cuaca panas, keringat yang keluar dari dalam tubuh berfungsi untuk menyejukkan tubuh. Proses ini akan terjadi berkali-kali lipat jika Anda di luar angkasa. Biasanya, kelembapan udara akan sedikit menghambat efek pendinginan tersebut karena akan lebih sulit bagi keringat untuk menguap di udara yang sudah bercampur dengan air. Di ruang hampa udara, tidak ada kelembapan.

Ketiadaan kelembapan akan memungkinkan proses pendinginan ini dipercepat berkali-kali lipat dengan menguapkan seriap cairan tubuh yang terpapar. Mata anda yang berair, mulut yang terlapisi air liur, dan jalur pernapasan yang lembap akan membeku sebagai hasil dari percepatan proses ini.

2. Tubuh Anda akan Menggelembung Luar Biasa di Ruang Angkasa

Tanpa perlindungan tubuh, Anda di luar angkasa jadi dalam bahaya, ruang hampa udara tidak memiliki perpindahan panas akibat tekanan nol. Artinya jika anda di luar angkasa kemampuan tubuh memproduksi arus “ konveksi” yang biasanya menarik panas dari dalam tubuh menjadi tidak bisa.

Tanpa kehadiran tekanan atmosfer bumi, air yang membentuk 70 persen dari tubuh manusia akan membentuk uap air. Begitu pula dengan nitrogen yang terlarut dalam aliran darah di dekat permukaan kulit Anda akan berkumpul menjadi gelembung-gelembung kecil. Seiring waktu, gelembung ini memperluas diri, menggembungkan tubuh untuk dua kali lipat dari ukuran normal Anda, mulai dari tangan dan kaki hingga menyebar ke seluruh tubuh. Kondisi ini disebut ebullism. Ironisnya, semua organ dalam tubuh dilindungi oleh kulit yang elastis cukup efektif untuk mencegah tubuh Anda meledak dari dalam begitu saja. Ebullism menyebabkan kerusakan jaringan parah dan aliran darah Anda akan terhambat, namun Anda tidak akan meninggal dengan cepat begitu mengalami kondisi ini.

Apa yang terjadi jika Anda di luar angkasa tanpa pakaian pelindung?

3. Paparan Langsung Matahari Membuat Anda Bisa Terbakar

Bersyukurlah di Bumi masih ada lapisan Ozon yang selalu melindungi kita dari sinar UV matahari. Kalau di ruang hampa Anda akan tepapar langsung sinar matahari yang bisa membuat kulit terbakar yang lebih mengerikan lagi ketika Anda melihat ke Matahari langsung akan “menggoreng” retina mata, yang membuat Anda buta. Jangan coba-coba deh ke luar angkasa tanpa perlindungan baju astronot ini sangat berbahaya.

4. Darah Tidak Akan Mendidih, Namun Cairan Tubuh Lainnya Bisa

Manusia memiliki kulit yang elastis mampu menjaga temperatur dan tekanan darah dalam tubuh untuk tetap normal (selama beberapa saat) untuk mencegah mendidih. Tapi anda akan merasakan lidah terbakar karena air liur Anda akan mendidih.

Penyebabnya adalah tekanan di luar angkasa sangat rendah sehingga titik didih cairan tubuh manusia saat berada di ruang hampa udara akan menurun drastis di bawah suhu normal tubuh (37ºC). Akibatnya, tubuh memulai pembentukan gelembung gas dalam cairan tubuh yang bisa berakibat serius.

5. Tercekik tanpa Oksigen

Luar angkasa tidak mempunyai oksigen, melayang-layang di atas sana sangat lah berbahaya, kekurangan oksigen akan membuat otak Anda masuk ke mode Shutdown “layaknya laptop” untuk menghemat energi. Manusia bisa akan tetap sadar setidaknya selama 10-15 detik jika mengalami kondisi ini sebelum benar-benar kehilangan kesadaran.

Baca Juga :

6. Jangan Menahan Napas di Luar Angkasa kalau tidak Paru-Paru Anda bisa Meledak

Kalau Anda dalam perjalanan ke Bulan misalnya dan Anda terhempas keluar jangan coba-coba menahan napas ini berbahaya. Menahan napas di ruang angkasa akan menyebabkan ledakan dekompresi di paru-paru Anda seperti saat penyelam skuba naik ke permukaan laut dengan cepat. Udara dalam paru akan mengembang secara dramatis hingga di luar batas toleransi dinding paru-paru. Singkatnya: paru-paru Anda akan pecah.

Di saat-saat genting seperti ini, hal yang paling bijaksana yang bisa Anda lakukan adalah terus-menerus membuang napas, sebanyak mungkin, untuk menghindari trauma ledakan ini.

Tapi jika kalau Anda di luar angkasa kemungkinan untuk bertahan sangat lah kecil lebih dari 2 menit saja otak Anda sudah mengalami “shutdown” di ikuti kegagalan fungsi organ lainnya akibat kekurangan oksigen, selanjutnya Anda akan membeku dan melayang-layang tanpa arah.

Related Posts

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *